Welcome to Friska's Blog….

hyy semuaaa…. lama gaa update nih,,, maklum karena kesibukan kuliah….

pasti pembaca sekalian kangen sama saya…heheee…..

Kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang Satuan Acara Penyuluhan Pada Ibu Nifas, SAP yang ini tidak saya buat sendiri, melainkan ini saya buat bersama-sama dengan teman-teman kelompok saya ketika menjalani praktik klinik kebidanan di RSUD Ulin Banjarmasin Kalimantan Selatan, November 2011 lalu…. Waktu itu kami dituntut melakukan penyuluhan pada ibu nifas di ruang Cempaka RSUD Ulin Banjarmasin dan salah satu syarat melakukan penyuluhan yaitu harus membuat SAP dulu….

naaahhh,,,, ini nih foto saya(Friska Ekatni)  dan teman-teman sekelompok saya

ookeee,,, sekarang langsung ajaa yaaa ke SAP….

……..

……………

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERAWATAN PAYUDARA DAN ASI EKSLUSIF PADA IBU NIFAS

DI RSUD ULIN BANJARMASIN

OLEH :

                                                                        FAJAR SEPTIANA     (PO.62.24.2.10.093)

                                                                        FANTALINA               (PO.62.24.2.10.094)

                                                                        FERA VALENTINA    (PO.62.24.2.10.095)

                                                                        FRISKA EKATNI         (PO.62.24.2.10.096)

                                                                        HAMDANAH               (PO.62.24.2.10.097)

                                                                        HERLIATI                   (PO.62.24.2.10.098)

 

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I.

POLITEKNIK KESEHATAN PALANGKARAYA

KEBIDANAN REGULER XII

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

 

Hari / Tanggal                    :    Senin, 21 November 2011

Waktu                                :    Pukul 10.00 WIB

Pokok Bahasan                  :    Perawatan pada ibu nifas

Sub Pokok Bahasan           :    Cara Perawatan payudara Ibu Nifas dan ASI ekslusif

Sasaran                              :    Ibu-Ibu Nifas

Penyuluh                            :    Kelompok 2 Kebidanan Reguler XII Poltekkes Kemenkes

Palangkaraya

  1. Fajar septiana
  2. Fera valentina
  3. Friska ekatni
  4. Fantalina
  5. Hamdanah
  6. Herliati

Tempat                               :    Ruang Cempaka (Nifas) RSUD ULIN Banjarmasin, Kelas Ginekologi

I.     Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Dalam masa nifas, alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih seperti keadaan sebelum hamil. Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan pada masa nifas, maka ibu nifas membutuhkan pendidikan kesehatan / health education seperti perawatan payudara dan asi ekslusif.

Setelah dilakukan penyuluhan tentang perawatan payudara dan asi ekslusif diharapkan ibu-ibu dapat mengetahui dan mengerti teknik perawatan diri dan memberiasi ekslusif yang baik bagi dirinya sendiri  pada masa nifas atau masa pulih kembali yang berlangsung selama 40 hari atau 6 minggu.

II.   Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

Setelah dilakukan penyuluhan tentang perawatan payudara dan asi eksklusif diharapkan ibu-ibu dapat:

  1. Mengetahui apa yang di maksud dengan masa nifas.

       2.  Mengetahui cara merawat payudara setelah melahirkan.

       3. Mengetahui manfaat pemberian ASI ekslusif.

      4.  Mengetahui cara menyusui yang benar.

III. Garis-garis Besar Materi           

1. Perawatan payudara setelah melahirkan

2. Manfaat ASI

3. Cara menyusui yang benar

IV. Metode

1. Ceramah

2. Tanya Jawab

3.  Demonstrasi

V.   Media dan Alat Peraga

1. Leaflet

2.  Power Point: LCD

VI.    Proses Kegiatan Penyuluhan

No

KEGIATAN

Respon Ibu Hamil

Waktu

1.

Pendahuluan :

  • Ø Memberi salam pembuka dan perkenalan diri
  • Ø Menjelaskan tujuan
  • Ø Kontrak waktu
 

  • Ø Membalas salam
  • Ø Mendengarkan
  • Ø Memberi respon

5

Menit

2.

Penjelasan :

  • Perawatan payudara setelah melahirkan
  • Manfaat asi
  • Cara menyusui yang benar

 

Mendengarkan dengan penuh perhatian

20 Menit

3.

Penutup :

  • Ø Tanya jawab

 

  • Ø Menyimpulkan hasil penyuluhan

 

  • Ø Memberikan salam penutup
 

  • Menanyakan hal yang belum jelas
  • Aktif bersama menyimpulkan
  • Membalas salam

5 Menit

 

VII.   Evaluasi

  1. Mengajukan pertanyaan lisan.
  • Tes awal.

Mengapa perawatan payudara perlu dilakukan setelah melahirkan?

  • Tes akhir
    • Bagaimana cara melakukan perawatan payudara?
    • Apa saja manfaat asi bagi bayi?
  1. Observasi.
  • Respon/tingkah laku ibu saat diberi pertanyaan: apakah mereka diam atau menjawab (benar atau kurang tepat).
  • Ibu antusias atau tidak.
  • Ibu mengajukan pertanyaan atau tidak.

MATERI :

CARA PERAWATAN PAYUDARA IBU NIFAS DAN ASI EKSLUSIF

 

Pengertian Masa Nifas

Masa nifas atau puerperium adalah masa setelah plasenta lahir dan ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung selama kira-kira 6 minggu.

Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu atau 40 hari.

 

Perawatan payudara setelah melahirkan

Perawatan payudara tidak hanya dilakukan sebelum melahirkan, tetapi juga dilakukan setelah melahirkan. Perawatan yang dilakukan terhadap payudara bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu, sehingga memperlancar pengeluaran asi.

 

Cara melakukan perawatan payudara

  1. Peralatan

a)      Handuk bersih

b)      Waslap

c)      Cawan

d)     Baskom

e)      Kapas bersih

  1. Bahan

a)      Baby oil

b)      Air hangat

c)      Air dingin

  1. Persiapan

a)      Siapkan alat dan bahan

b)      Cuci tangan

  1. Pelaksanann

a)      Ambil kapas yang sudah diberi baby oil tempelkan pada puting payudara.

b)      Licinkan kedua tangan dengan baby oil

c)      Tempatkan kedua telapak tangan diantara kedua payudara

d)     Lakukan pengurutan dimulai kearah atas, kesamping,lalu kebawah.DAlam pengurutan posisi tangan kanan kearah sisi kanan dan tangan kiri kearah sisi kiri

e)      Teruskan pengurutan kebawah, kesamping,melintang,lalu kedepan.Setelah pengurutan kedepan lalu kedua tangan dilepaskan dari payudara, ulangi gerakan 20 sampai 30 kali untuk tiap payudara

f)       Sokong payudara dan urut dengan jari tangan .sokong payudara kiri dengan tangan kiri,lalu tiga jari tangan kanan membuet gerakan memutar samb il menekan mulai dari pangkal payudara sampai pada putting susu.Lakukan tahap yang sama pada payudara kanan lakukan 2 kali gerakan pada tiap payudara .

g)      Sokong payudara dan urut dengan sisi kelingking . sokong payudara dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain mengurut payudaya dengan sisi kelingking dari arah tepi kearah putting susu. Lakukan tahap yang samapada kedua payudara . lakukan gerakan ini selama 30 kali.

h)      Bersihkan payudara dengan waslap . membersihkan payudara dari bekas minyak dengan menggunakan waslap basah dan hangat

i)        Lap payudara ibu dengan handuk kecil , gunakan handuk kering untuk mengelap.

 

Pengertian ASI eksklusif

ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan untuk bayi sejak baru lahir sampai 6 bulan tanpa makanan pendamping dan minuman pralakteal (air gula, aqua, dan lainnya).

 

Tujuan pemberian asi ekslusif

  1. 1.      Bagi bayi dapat membantu memulai kehidupannya dengan baik,mengandung antibody , asi mengandung komposisi yang tepat, mengurangi kejadian karies dentis, member rasa aman dan nyaman pada bayi dan adanya ikatan antara ibu dan bayi, terhindar dari alergi , asi meningkatkan kecerdasan bayi , membantu perkembangan rahang dan merangsang pertumbuhan gigi karena gerakan mengisap mulut bayi pada payudara .
  2. 2.      Bagi ibu sebagai kontrasepsi, aspek kesehatan ibu, aspek penurunan berat badan, aspek psikologi,

 

Manfaat pemberian ASI bagi bayi

  1. Sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan bayi sampai usia 6 bulan.
  2. Meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung berbagai zat kekebalan sehingga akan lebih jarang sakit, mengurangi mencret, sakit telinga dan infeksi saluran pencernaan.
  3. Melindungi anak dari serangan alergi.
  4. Mengandung asam lemak yang diperlukan untuk pertumbuhan otak sehingga bayi ASI eksklusif potensial lebih pandai.
  5. Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara.
  6. Membantu pembentukan rahang yang bagus.
  7. Mengurangi resiko terkena penyakit kencing manis, kanker pada anak, dan diduga mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung.
  8. Menunjang perkembangan motorik sehingga bayi ASI eksklusif akan lebih cepat bisa jalan.
  9. Menunjang perkembangan kepribadian, kecerdasan emosional, kematangan spiritual dan hubungan sosial yang lebih baik.
  10. Meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi.

Langkah – langkah menyusui yang benar

Teknik menyusui yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu menjadi lecet, ASI tidak keluar optimal sehingga mempngaruhi produki ASI selanjutnya atau bayi enggan menyusu.

  1. Sebelum menyusui ASI dikeluarkn sedikit, kemudian dioleskan pada puting & sekitar areola sebagai desinfektan & menjaga kelembaban puting susu.
  2. Gunakan bantal atau selimut untuk menopang bayi , bayi ditidurkan diatas pangkuan ibu dengan cara :

a.            Bayi dipegang dengan satu lengan kepala bayi diletakkan pada lengkung siku ibu dan bokong baui diletakkan pada lengan. Kepala bayi tidak boleh tertengadah atau bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu.

b.            Satu tangan bayi diletakkan dielakang badan ibu dan yang satu didepan.

c.            Perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi menghadap payudara

d.            Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus

e.            Ibu menatap bayi dengan kasih sayang

  1. Tangan kanan menyangga payudara kiri dan keempat jari dan ibu jari menekan bagian atas areola .
  2. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut ( rooting refleks) dengan cara menyentuh pipi dengan puting susu atau menyentuh mulut bayi
  3. Setelah bayi membuka mulut dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta areola dimasukkan ke mulut bayi . usahakan sebagian besar areola dapat masuk mulut bayi , sehingga puting susu berada dibawah langit langit dan lidah bayi akan menekan asi keluar daritempat penampungan asi yang terletak dibawah areola

Cara memperbanyak asi

  1. Menyusui sesering mungkin
  2. Motivasi yang kuat untuk menyusui bayi
  3. Pemeriksaan payudara u/ meningkatkan produksi ASI jg dpt direncanakan dari jauh hari
  4. Penggunaan BH yang terlalu sempit akan mempengaruhi produksi ASI
  5. Sehabis dilahirkan bayi langsung diperkenalkan dengan payudara
  6. Untuk mengatasi keterbatasan ASI perbanyaklah makan daun katuk, bayam, daun turi (sayuran hijau lainnya) yang banyak mngandung zat untuk memperbanyak produksi ASI.

 

 

SUMBER :

Saleha, Sitti.2009. Asuhan kebidanan pada Masa Nifas.Makasar : Salemba Medika

http://superbidanhapsari.wordpress.com/2009/12/14/health-education-personal-hygiene-istirahat-dan-tidur-pada-ibu-nifas/

Retna, Diah.2008.Asuhan Kebidanan Nifas.Yogyakarta: Nuha medika.

 

sekian SAP pada ibu nifas,,, semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian….

ini nh gambar-gambar ketika penyuluhan di rg.nifas dulu….

mahasiswa….

pasien mendengarkan penuh perhatian….

Istilah Ginekologi

KUMPULAN ISTILAH GINEKOLOGI

OLEH:

FRISKA EKATNI

PO.62.24.2.10.096

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN PALANGKA RAYA

JURUSAN KEBIDANAN REGULER XIIA

2011

A

Atresia Hymenalis

Kelainan congenital berupa tidak adanya atau tertutupnya lubang pada hymen.

Atresia Labium Minora

Kelainan congenital yang disebabkan membrane urogenital yang tidak menghilang di bagian depan vulva di belakang clitoris ada lubang untuk pengeluaran air kencing dan darah haid.

Atresia Parsial

Hipoplasia tuba(tuba panjang dan sempit) bisa menyebabkan kehamilan ektopik/mengurangi fertilitas.

 Atresia Vagina

Kelainan congenital berupa tidak adanya atau tertutupnya lubang pada vagina.

B

Bartolinitis

Infeksi pada glandula bartholini.

 C

Cancer

Penyakit neoplastik yang perjalanan alaminya bersifat fatal atau mematikan.

 Cancer Cerviks

Penyakit neoplastik yang perjalanan alaminya bersifat fatal atau mematikan yang menginfeksi serviks. Kanker ini biasanya tumbuh ke arah luar menjadi masa seperti cendawan, kadang-kadang tumbuh ke arah dalam sehingga menimbulkan pembesaran serviks.

 Cancer Endometrial

Penyakit neoplastik yang perjalanan alaminya bersifat fatal atau mematikan yang menginfeksi endometrium. Biasanya terjadi pada wanita usia pertengahan dengan insiden puncak pada kelompok usia 55-65.

Cancer Mammae

Penyakit neoplastik yang perjalanan alaminya bersifat fatal atau mematikan yang menginfeksi payudara, kanker ini berasal dari jaringan payudara.

Cancer Ovarium

Penyakit neoplastik yang perjalanan alaminya bersifat fatal atau mematikan yang menginfeksi ovarium.

 Cancer Vagina

Penyakit neoplastik yang perjalanan alaminya bersifat fatal atau mematikan yang menginfeksi vagina.

 Cancer Vulva

Penyakit neoplastik yang perjalanan alaminya bersifat fatal atau mematikan yang menginfeksi vulva.

 Candidosis

Infeksi jamur Candida spp terhadap sel epitel pada vagina, vulva, region anogenital, mulut dan traktus intestinal.

Cervisitis

Radang pada selaput lender serviks.

Chlamydiosis

Infeksi atau penyakit genitalia yang disebabkan oleh chlamydiae.

 Condiloma Acuminata

Pertumbuhan seperti kutil pada kulit atau membran mukosa genitalia eksterna.

D

Dermatitis Alergika

Sensitivitas terhadap sabun(biasanya yang berpewangi), dan beberapa jenis detergen yang digunakan untuk mencuci celana dalam, dan alergen kontak lainnya dapat menyebabkan rasa gatal pada vulva.

 Displasia Cerviks

Abnormalitas perkembangan deviasi selular pada epithelium serviks uteri.

 Distrofi Atrofik

Infeksi pada vulva yang menyebabkan kulit menjadi merah pucat dan berkilat.

 Dysgenesis Ovarium

Gangguan perkembangan ovarium.

 Dysmenorea

Nyeri di abdomenbagian bawah yang terasa sebelum, selama dan sesudah haid, dapat bersifat kolik/terus menerus. Nyeri diduga karena kontraksi.

 E

Endometriosis

Jaringan endometrium ditemukan di luar kavum uteri dan di luar miometrium.

 Endometritis

Radang pada endometrium yang disebabkan oleh infeksi GO, infeksi abortus,infeksi partus dan IUD.

 

G

Gonorhea

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhorae.

 Granuloma Inguinale

Penyakit granulomatik ulseratif yang menahun dan biasanya terdapat pada vulva, perineum, dan daerah inguinal.penularannya melalui hubungan seksual atau hygiene yang kurang baik.

H

Hermafrodistimus

Terdapatnya jenis kelamin pria dan wanita pada satu individu.

 Hermafrodistimus Verus

Terdapatnya jaringan testis pada sisi yang satu dan jaringan ovarium pada sisi yang lain, atau terdapat ovotestis.

 Herpes Genitalis

Erupsi kulit genitalia yang menyebar dan meradang membuat vesikel kecil yang mengelompok.

Hidrosalping

Hasil akhir dari salpingitis piogenik yang mereda, dengan virulensi yang rendahnamun sangat iritatif. Lesi ini menghasilkan eksudat jernih dalam jumlah banyak di dalam bagian tuba uterina yang tertutup.

 Hipertrofi Labium Minora

Pembesaran atau pertumbuhan labium minora secara berlebihan akibat peningkatan ukuran sel pembentuknya.

 Hipomenorea

Perdarahan haid yang lebih pendek atau kurang dari biasa.

 Hipoplasia Vulva

Perkembangan organ atau jaringan yang kurang atau tidak sempurna pada vulva, derajat hipoplasia lebih ringan dibandingkan dengan aplasia.

 Hymen Imperforatus

Hymen yang tidak menunjukkan lubang (hiatus hymenalis) sama sekali.

Hypermenorea

Pengeluaran darah yang terlalu banyak biasanya lebih dari 80ml kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi, terjadi pada siklus yang teratur.

 

I

Infeksi Traktus Urinarius

Infeksi pada saluran kemih.

 Infertilitas

Suatu keadaan pasangan yang sudah menikah lebih dari satu setengah tahun tanpa kontrasepsi, tidak punya anak.

K

Kankroid(ulkus molle)

Penyakit kelamin dengan ulkus genital yang nyeri sekali.

 Karsinoma Duktal

Kanker payudara yang berasal dari duktus.

 Karsinoma Lobural

Kanker payudara yang berasal dari lobulus.

 Kista

Suatu rongga tertutup yang abnormal, dilapisi epitel, dan berisi cairan atau bahan semisolid.

 Kista Bartolini

Kista berisi musin akibat obstruksi duktus glandulae vestibulae major.

 Kista Folikel

Kista yang dibentuk oleh pembesaran folikel de Graaf yang tidak pecah dan terus menerus mengeluarkan cairan.

 Kista Korpus Luteum

Kista yang terjadi ketika korpus luteum bertahan hidup dan tumbuh terus, dan tidak berdegenerasi ketika implantasi gagal berlangsung.

Kistadenoma Musinosa

Kista yang dibentuk oleh sel-sel epitel ovarium danmempunyai rongga-rongga yang terisi musin.

 Kista Paraurethra

Saluran kelenjar uretra tertutup oleh infeksi. Kista ini bisa menonjol pada dinding depan vagina, dan sering mengalami infeksi.

 Kista Sebasea

Kista yang berasal dari kelenjar sebasea kulit yang terdapat pada labium mayor, labium minor dan mons veneris.

 Kistadenoma Serosa

Kista di ovarium yang mengandung cairan encer, serosa, jernih, berwarna kuning serta berbagai

jumlah jaringan padat, dengan potensi keganasan beberapa kali lebih besar daripada kistadenoma musinosa.

 Kraurosis Vulva

Atrofi dengan penipisan dan fibrosis kulit vulva mengakibatkan mengkerutnya kulit dan stenosis introitus vagina.

L

Leukoplakia Vulva

Kelainan pada kulit vulva yang mengakibatkan kulit vulva menjadi tebal, keras, putih,dan rapuh, sehingga dapat menimbulkan luka-luka kecil di tempat yang bersangkutan.

 Leukorea

Sekret berwarna putih dan kental dari vagina.

 Limfogranuloma Venerum

Penyakit yang disebabkan oleh klamidia trakhomatis, ditularkan melalui koitus sesudah inkubasi beberapa hari.

M

Mastalgia

Rasa nyeri dan pembesaran mamma sebelum haid.

 Metrorrhagi

Perdarahan tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid.

 Mioma Uteri

Tumor jinak pada uterus yang terdiri atas serabut-serabut otot polos yang diselingi dengan untaian jaringan ikat, dan dikelilingi kapsulyang tipis.

 Miometritis

Radang pada miometrium.

N

Nevus Pigmentosus

Lesi kehitam-hitaman pada permukaan vulva dan vagina 7-10%.

O

Oligomenorea

Siklus menstruai melebihi 35 hari, jumlah perdarahan mungkin sama.

 P

Parametritis

Radang pada parametrium.

 Peritonitis

Radang peritoneum, dengan eksudasi serum, fibrin, sel dan pus, biasanya disertai dengan gejala nyeri abdomen dan nyeri tekan pada abdomen, konstipasi, muntah dan demam sedang.

 Peritonitis Pelvis

Radang pada peritoneum pelvic, biasanya bersamaan dengan radang salfingo ovoritis dan alat-alat sekitarnya sekitar pelvic.

 Phthirus pubis

Kutu pada kemaluan yang menginfestasi rambut daerah kemaluan.

 Piometra

Pengumpulan nanah di kavum uteri.

 

Piosalping

Pus tuba kronik, terjadi akibat hambatan pada lumen tuba uterine pada ujung fimriae dan pada satu tempat atau lebih di sepanjang tuba falopii.

 Polimenorea

Siklus haid lebih pendek dari normal(21 hari). Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari haid biasa.

 Polip Endometrium

Masa jinak yang menonjol, kecil dan melekat pada endometrium, tersusun dari stroma edematosa yang mengandung kelenjar-kelenjar yang berdilatasi secara kistik.

 Pruritus Vulva

Rasa gatal pada vulva.

S

Salfingitis Subakut

Radang subakut pada tuba uterina.

 Septum Vagina

Sekat vagina dapat ditemukan di bagian atas vagina. Kelainan ini ditemukan pada kelainan uterus, organ kelamin ada gangguan dalam fusi atau kanalisasi ke 2 duktus Muller.

T

Teratoma Benigna

Kista dermoid, berasal dari sel germinal. Mengandung elemen epithelial, mesodermal dan endothelial. Karena itu dermoid ini dapat berisikan rambut, gigi dan materi seperti bubur dari kelenjar sebasea.

 Trikomoniasis

Infeksi oleh protozoa genus Trichomonas, biasanya pada vagina.

 Tumor

Pertumbuhan baru suatu jaringan dengan multiplikasi sel-sel yang tidak terkontrol dan progresif.

 Tumor Ovarium

Pertumbuhan baru suatu jaringan dengan multiplikasi sel-sel yang tidak terkontrol dan progresif pada ovarium.

 Tumor Serviks

Pertumbuhan baru suatu jaringan dengan multiplikasi sel-sel yang tidak terkontrol dan progresif pada serviks.

 Tumor Tuba Fallopii

Pertumbuhan baru suatu jaringan dengan multiplikasi sel-sel yang tidak terkontrol dan progresif pada Tuba Fallopii.

 Tumor Vagina

Pertumbuhan baru suatu jaringan dengan multiplikasi sel-sel yang tidak terkontrol dan progresif pada vagina.

 Tumor Vulva

Pertumbuhan baru suatu jaringan dengan multiplikasi sel-sel yang tidak terkontrol dan progresif pada vulva.

 U

Ulkus Vulva Sifilis

Penyakit sifilis disebabkan oleh invasi jaringan oleh Treponema pallidum dan ditularkan secara seksual.

 Uterus Arcuatus

Uterus dengan fundus mencekung.

 Uterus Bicornis

Uterus yang mempunyai dua kornu.

 Uterus Bicornis Bicollis

Uterus dengan dua kornu dan dua serviks.

Uterus Bicornis Unicolis

Uterus dengan dua kornu dan satu serviks.

 Uterus Biforis

Uterus yang os eksternumnya terpisah oleh septum.

 Uterus Bilocularis

Uterus yang rongganya terbagi menjadi dua bagian oleh septum.

 Uterus Parvicollis

Uterus yang bagian serviksnya sangat kecil tetapi korpusnya berukuran normal.

 V

Vaginitis

Radang/infeksi pada vagina

 Vaginitis Atrophic

Vaginitis yang terjadi pada wanita pasca menopause,disebabkan oleh defisiensi estrogen.

 Vaginitis Desquamative Inflammatory

Vaginitis yang tak diketahui sebabnya, secara klinis dan mikroskopis mirip dengan vaginitis atrofi, tetapi terjadi tanpa adanya defisiensi estrogen dan ditandai dengan ulserasi superficial berulang berwarna kemerahan.

 Vaginitis Emphysematosa

Radang vagina dan serviks di dekatnya, ditandai dengan banyak lesi mirip kista berisi gas yang asimtomatik yang mengandung karbon diaksida.

 Vaginitis Trikomonas

Vaginitis yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis, penyakit ini biasanya ditularkan melalui koitus.

Vulvovaginitis

Peradangan vulva dan vagina atau peradangan kelenjar-kelenjar vulvovaginalis.

*Sumber: Kamus Kedokteran Dorland…

/(^-^)\ semoga bermanfaat…..

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

PADA IBU HAMIL

DISUSUN OLEH:

NAMA: FRISKA EKATNI

NIM: PO.62.24.2.10

POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA

KEBIDANAN REGULER XIIA

2011

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Hari/tanggal            : 31 Mei 2011

Jam/waktu              : 08.00 WIB

Pokok Bahasan       : Gizi dalam kesehatan reproduksi

Sub Bahasan           : Gizi seimbang ibu hamil

Sasaran                   : Ibu hamil

Penyuluhan             : Kelompok

Tempat                   : Ruangan

  1.        I.            Tujuan Instruksional Umum ( TIU )

Setelah mendapatkan penjelasan tentang gizi seimbang ibu hamil selama 10 menit, diharapkan ibu  dapat mengerti dan memahami tentang berbagai kebutuhan zat gizi  pada ibu hamil.

  1.     II.            Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )

Setelah mendapatkan penjelasan tentang gizi seimbang ibu hamil, diharapkan ibu mampu:

  1. Menjelaskan pengertian gizi seimbang ibu hamil.
  2. Menyebutkan kebutuhan zat gizi untuk ibu hamil
  3. Menyebutkan manfaat gizi seimbang untuk ibu hamil.
  4. Menyebutkan dampak kekurangan gizi pada ibu hamil
  1.  III.            Garis-Garis Besar Materi
    1. Pengertian gizi seimbang ibu hamil
    2. Kebutuhan zat gizi untuk ibu hamil
    3. Manfaat gizi seimbang untuk ibu hamil
    4. Dampak kekurangan gizi pada ibu hamil
  1.  IV.            Metode
    1. Ceramah
    2. Tanya jawab
  1.     V.            Media dan Alat Peraga
    1. Laptop
    2. LCD
    3. Leaflet
    4. Flip Chart (lembar balik)

VI. Proses Kegiatan Penyuluhan

No

Kegiatan

Respon

Waktu

1.

Pendahuluan

a.       Menyampaikan salam

b.      Menjelaskan tujuan

c.       Kontrak waktu

d.      Tes awal

 

a.       Membalas salam

b.      Mendengarkan

c.       Memberi respon

 

 

2  menit

2.

Inti

a.         Pengertian gizi seimbang ibu hamil

b.        Kebutuhan zat gizi untuk ibu hamil

c.         Manfaat gizi seimbang untuk ibu hamil

d.        Dampak kekurangan gizi pada ibu hamil

 

 

Mendengarkan dengan penuh perhatian

 

 

 

8  menit

3.

Penutup

·         Tanya jawab

·         Tes akhir

·         Menyimpulkan hasil penyuluhan

·         Memberi salam penutup

 

·         Menanyakan yang belum jelas

·         Aktif bersama menyimpulkan

·         Membalas salam

 

 

5        menit

  1. Materi

GIZI IBU HAMIL

1.      Apa yang dimaksud gizi seimbang pada ibu hamil?

Gizi seimbang bagi ibu hamil adalah keadaan keseimbangan antara zat gizi yang diperlukan oleh ibu hamil untuk kesehatan ibu dan pertumbuhan dan perkembangan janinnya yang dapat dipenuhi oleh asupan zat gizi dari aneka ragam makanan.

Selama hamil, calon ibu memerlukan lebih banyak zat-zat gizi daripada wanita yang tidak hamil, karena makanan ibu hamil dibutuhkan untuk dirinya dan janin yang dikandungnya, bila makanan ibu terbatas janin akan tetap menyerap persediaan makanan ibu sehingga ibu menjadi kurus, lemah, pucat, gigi rusak, rambut rontok dan lain-lain.

Demikian pula,  bila makanan ibu kurang, tumbuh kembang janin akan terganggu, terlebih bila keadaan gizi ibu pada masa sebelum hamil telah buruk pula. Keadaan ini dapat mengakibatkan abortus, BBLR, bayi lahir prematur atau bahkan bayi lahir mati. Pada saat bersalin dapat mengakibatkan persalinan lama, perdarahan, infeksi dan kesulitan lain yang mungkin memerlukan pembedahan. Sebaliknya, makanan yang berlebihan dapat mengakibatkan kenaikan BB yang berlebihan, bayi besar, dan dapat pula mengakibatkan terjadinya preeklampsi (keracunan kehamilan). Bila makanan ibu kurang, kemudian diperbaiki setelah bayi lahir, kekurangan yang dialami sewaktu dalam kandungan tidak dapat sepenuhnya diperbaiki.

2.      Kebutuhan zat gizi untuk ibu hamil

1)      ENERGI

Kebutuhan energi dihitung secara individu kemudian ditambah dengan tambahan energi untuk ibu hamil sesuai dengan usia kehamilan

Penambahan energi:

-TRIMESTER I: 100 kal

-TRIMESTER II: 300 kal untuk pemekaran jaringan ibu (peningkatan volume darah, pertumbuhan uterus dan payudara, penumpukan lemak)

-TRIMESTER III: 300 kal untuk pertumbuhan janin dan plasenta.

2)  PROTEIN

Ibu hamil minimal mengkonsumsi 17g protein/hari.

Pada    TI: 1g/kg BB/ protein

T2: 1,5g/kg BB/hari

T3: 2g/kg BB/hari

Total kebutuhan protein tidak lebih dari 15% kebutuhan energi.

Jenis protein dengan nilai biologi tinggi: daging, ikan, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, biji-bijian, susu, yogurt, dll.

3)      KARBOHIDRAT

v  Sebaiknya ½ dari kebutuhan energi

v  80.000 kalori selama masa kehamilan untuk bayi yg sehat

v  300kkal/hari selama 9 bulan.

v  Sumber karbohidrat utama: beras, serealia, gandum, dll.

4)      LEMAK

¼ dari kebutuhan energi atau 20% dari total energy. Omega 6 dan omega 3 harus lebih banyak karena u/ perkembangan pusat susunan saraf termasuk sel otak.

Sumber omega 6: minyak kedelai, minyak jagung, minyak biji matahari, minyak biji kapas.

Sumber omega 3: minyak ikan laut (ikan salmon, lemuru, dan tuna), minyak kedelai, minyak zaitun, minyak jagung.

5)      ZAT BESI

Kebutuhan zat besi pd saat kehamilan: 30mg/hari ® meningkat 200-300% buntuk plasenta & sel darah. Zat besi Berasal dari makanan & suplementasi tablet Fe. Penyerapan Fe terganggu oleh kopi, teh, kalsium, magnesium.bDefisiensi Fe lebih berpengaruh pada ibu. Akan menyebabkan kekurangan Hb dalam darah yang diperlukan untuk membewa O2 kepada janin dan sel ibu hamil.

Distribusi Fe

*300mg besi ditransfer ke janin

*50-75mg untuk pembentukan plasenta

*450mg untuk menambah jumlah sel darah merah

*200mg hilang ketika melahirkan

3)      ASAM FOLAT

      Asam folat dibutuhkan untuk pembentukan sel baru, membantu mengembangkan sel syaraf dan otak janin. Kebutuhannya 0,4 mg/hari  Sumber asam folat adalah hati, sayuran, hijau, jeruk orange, kembang kol, kedelai/kacan-kacangaan lain, roti, gandum, serealia, dll.

4)      KALSIUM

      Dibutuhkan untuk pertumbuhan janin sekitar 250mg/hari dan untuk persediaan si ibu.

Kebutuhan:

      umur >25 tahun: 1200mg/hari

      umur ≤25 tahun: 800mg/hari

Sumber utama: susu dan hasil olahannya, udang, sarden, dll .

5)      YODIUM

Kebutuhan: 200mikrogram/hari  

Kekurangan: janin hipotiroidisme, kretinisme, kerusakan syaraf.

Sumber utama: garam, makanan laut, air, sayur.

1.      Manfaat gizi seimbang pada ibu hamil

a.       Untuk pertumbuhan janin yang ada dalam kandungan

b.      Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri

c.       Supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas

2.      Dampak kekurangan gizi pada ibu hamil dan janin yang dikandungnya

1. Terhadap Ibu

menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia, perdarahan, BB ibu tdk bertambah secara normal, dan terkena infeksi.

 

2. Terhadap Persalinan

Mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature), perdarahan setelah persalinan serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat.

3. Terhadap Janin

Mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

 

       I.            Evaluasi

a.    Mengajukan pertanyaan lisan

1)        Tes awal

a)      Apa contoh zat nutrisi untuk ibu hamil ?

b)      Apa dampak bila kekurangan zat gizi pada ibu hamil ?

2)   Tes akhir

Mengajukan pertanyaan yang sama dengan tes awal.

 

b.    Observasi

1)      Respon/tingkah laku masyarakat saat diberikan pertanyaan, apakah diam/menjawab (benar/salah)

2)      Masyarakat antusias/tidak.

3)      Masyarakat mengajukan pertanyaan/tidak.

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

 

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

       I.            Proses Kegiatan Penyuluhan

PENGERTIAN

Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi (menempel) atau plasenta  yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh  ostium uteri internun (jalan lahir).

 

KLASIFIKASI

Menurut Prof.DR.Dr.Sarwono Prawirohardjo.SpOG,2009,Jakarta.

  1. Plasenta previa totalis atau komplit adalah plasenta yang menutupi seluruh ostium uteri internum.
  2. Plasenta previa parsialis adalah plasenta yang menutupi sebagian ostium uteri internum.
  3. Plasenta previa marginalis adalah plasenta yang tepinya berada pada pinggir ostium uteri internum.
  4. Plasenta letak rendah adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim demikian rupa sehingga tepi bawahnya berada pada jarak lebih kurang 2 cm dari ostium uteri internum. Jarak yang lebih dari 2 cm dianggap plasenta letak normal.

ETIOLOGI

 

Penyebab pasti dari plasenta previa belum diketahui, tetapi ada teori yang mengemukakan bahwa penyebab plasenta previa adalah multiparitas, usia maternal >35 tahun, kehamilan ganda, riwayat pembedahan uterus termasuk bedah sesar, merokok serta riwayat aborsi. Cacat bekas bedah sesar berperan menaikkan insiden dua sampai tiga kali. Sedangkan pada perempuan perokok dijumpai insiden plasenta previa lebih tinggi 2 kali lipat. Hipoksemia akibat karbonmono-oksida hasil pembakaran rokok menyebabkan plasenta menjadi hipertrofi sebagai upaya kompensasi.

 

PATOLOGI

Perdarahan tidak dapat dihindari karena serabut otot segmen bawah uterus tidak mampu berkontraksi menghentikan perdarahan itu, tidak seperti serabut otot uterus yang menghentikan perdarahan pada kala III dengan plasenta yang letaknya normal. Makin rendah letak plasenta, makin dini perdarahan terjadi. Oleh karena itu, perdarahan pada plasenta previa totalis akan terjadi lebih awal dibandingkan pada plasenta letak rendah yang mungkin baru berdarah setelah persalinan dimulai.

 

GEJALA/CIRI-CIRI

  1. Perdarahan tanpa nyeri. Perdarahan biasanya terjadi pada akhir trimester kedua ke atas
  2. Perdarahan berulang
  3. Warna perdarahan merah segar
  4. Timbulnya perlahan-lahan
  5. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi
  6. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul
  7.  Janin mungkin masih hidup atau sudah mati, tergantung banyaknya perdarahan, sebagian besar kasus, janinnya masih hidup.

 

DIAGNOSIS
Anamnesis : perdarahan jalan lahir pada kehamilan setelah 22 minggu berlangsung tanpa nyeri, tanpa alasan, terutama pada multigravida. Banyaknya perdarahan tidak dapat dinilai dari anamnesis, melainkan dari pemeriksaan hematokrit.

 

Pemeriksaan luar : Bagian terbawah janin biasanya belum masuk pintu-atas panggul. Apabila presentasi kepala, biasanya kepalanya masih terapung di atas pintu atas panggul atau mengolak ke samping, dan sukar didorong ke dalam pintu atas panggul. Tidak jarang terdapat kelainan letak janin, seperti letak lintang atau letak sungsang.
Pemeriksaan in spekulo : pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum atau dari kelainan serviks dan vagina, seperti erosio porsionis uteri, karsinoma porsionis uteri, polipus servisis uteri, varises vulva, dan trauma. Apabila perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum, adanya plasenta previa harus dicurigai.
Pemeriksaan USG : ultrasonografi dalam keadaan kandung kemih yang dikosongkan akan memberi kepastian diagnosis plasenta previa dengan ketepatan tinggi sampai 96%-98%.

 

KOMPLIKASI

Menurut Prof.DR.Dr.Sarwono Prawirohardjo.SpOG,2009,Jakarta.

  1. Karena pembentukan segmen rahim terjadi secara ritmik, maka pelepasan plasenta dari tempat melekatnya di uterus dapat berulang dan semakin banyak, dan perdarahan yang terjadi tidak dapat dicegah sehingga penderita menjadi anemia bahkan syok.
  2. Karena plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim dan sifat segmen ini yang tipis, maka jaringan trofoblas dengan kemampuan invasinya menerobos ke dalam miometrium bahkan sampai ke perimetrium dan menjadi sebab dari kejadian plasenta inkreta dan bahkan plasenta perkreta.
  3. Serviks dan segmen bawah rahim yang rapuh dan kaya pembuluh darah sangat potensial untuk robek disertai perdarahan yang banyak. Oleh karena itu, harus sangat berhati-hatipada semua tindakan manual di tempat ini misalnya pada waktu mengeluarkan anak melalui insisi pada segmen bawah rahim ataupun waktu mengeluarkan plasenta dengan tangan pada retensio plasenta.
  4. Kelainan letak anak pada plasenta previa lebih sering terjadi. Hal ini memaksa lebih sering diambil tindakan operasi dengan segala konsekuensinya.
  5. Kelahiran premature dan gawat janin sering tidak terhindarkan sebagian oleh karena tindakan terminasi kehamilan yang terpaksa dilakukan dalam kehamilan belum aterm.
  6. Berisiko tinggi untuk solusio plasenta (risiko  relative 13,8), seksio sesarea (risiko relative 1,7), kematian maternal akibat perdarahan (50 %), dan disseminated intravascular coagulation (DIC) 15,9 %.

 

PENANGANAN

Harus diingat bahwa bila dijumpai ibu hamil tersangka plasenta previa rujuk segera ke rumah sakit dimana tedapat fasilitas operasi dan transfusi darah.

Menurut Prof. DR.Dr. Sarwono Prawirohardjo.SpOG. 2009. Jakarta.

  1. Perdarahan dalam trimester kedua atau trimester ketiga harus dirawat dalam rumah sakit. Pasien diminta istirahat baring dan dilakukan pemeriksaan darah lengkap termasuk golongan darah dan factor Rh.
  2. Pada kehamilan antara 24 minggu sampai 34 minggu diberikan steroid dalam perawatan antenatal untuk pematangan paru janin.
  3. Jika perdarahan terjadi dalam trimester kedua perlu diwanti-wanti karena perdarahan ulangan biasanya lebih banyak.jika ada gejala hipovolemia seperti hopotensi, pasien tersebut mungkin telah mengalami perdarahan yang cukup berat, lebih berat daripada penampakannya secara klinis. Transfusi darah yang banyak perlu segera diberikan.
  4. Pada kondisi yang terlihat stabil dalam rawatan di luar rumah sakit hubungan suami isteri dan kerja rumah tangga dihindari kecuali jika setelah pemeriksaan ultrasonografi ulangan, dianjurkan minimal setelah 4 minggu, memperlihatkan ada migrasi plasenta menjauhi ostium uteri internum.
  5. Perdarahan dalam trimester ketiga perlu pengawasan lebih ketat dengan istirahat baring yang lebih lama dalam rumah sakit dan dalam keadaan yang serius cukup alasan untuk merawatnya sampai melahirkan.
  6. Pada pasien dengan riwayat seksio sesarea perlu diteliti dengan ultrasonografi, Color Doppler, atau MRI untuk melihat kemungkinan adanya plasenta akreta, inkreta, atau perkreta.
  7. Seksio sesarea juga dilakukan apabila ada perdarahan banyak yang mengkhawatirkan.

 

CARA PERSALINAN

  1. Persalinan Pervaginam
  2. Persalinan perabdominan, dengan seksio sesarea.

 

REFERENSI

Prawirohardjo, Sarwono.2009.Ilmu Kebidanan Edisi 4.Bina Pustaka:Jakarta.

Varney, dkk.2002.Buku Saku Bidan.EGC:Jakarta.

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

DEFINISI

Mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil muda hingga umur kehamilan 20 minggu sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari, karena terjadi dehidrasi.

KRITERIA DIAGNOSIS

1. Muntah-muntah yang sering kali.

2. Perasaan tenggorokan kering dan sering haus.

3. Kulit menjadi kering (tanda dehidrasi).

4. Berat badan turun dengan cepat.

5. Dehidrasi.

6. Pada keadaan yang lebih berat dapat timbul gangguan saraf

ETIOLOGI

1. Adanya perubahan anatomik pada otak, jantung, hati dan susunan saraf.

2. Frekuensi kejadian 2 per 1000 kehamilan.

3. Menurut Harvey, penyebab yang paling besar dari hiperemesis gravidarum adalah faktor psyches.

PATOFISIOLOGI

1. Pengaruh psikologik hormon estrogen ini tidak jelas, mungkin berasal dari sistem saraf pusat atau akibat berkurangnya pengosongan lambung.

2. Hiperemesis gravidarum merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda.

3. Dapat mengakibatkan dehidrasi dan tidak seimbangnya elektrolit dengan alkalosis hipokloremik jika muntah terlalu sering.

4. Wanita yang sebelum kehamilan sudah menderita lambung spastic dengan gejala tak suka makan dan mual, akan mengalami emesis gravidarum yang berat.

5. Hiperemesis gravidarum dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi.

GEJALA DAN TINGKAT

Hiperemesis gravidarum menurut berat ringannya gejala dapat dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu :

1. Tingkat I (Ringan)

>Muntah terus menerus

>Tidak nafsu makan

>Berat badan turun

>Rasa nyeri di epigastrium

>Kecepatan nadi meningkat sekitar 100x/menit

>Tekanan darah turun

>Turgor kulit kurang

>Lidah kering

>Mata cekung.

2. Tingkat II (Sedang)

>Penderita tampak lebih lemah dan apatis.

>Turgor kulit lebih berkurang.

>Lidah mengering dan nampak kotor.

>nadi kecil dan cepat.

>suhu kadang-kadang naik.

>mata sedikit ikterus dan menjadi cekung.

>Berat badan turun.

>hemokonsentrasi, oliguri dan konstipasi

>tensi rendah.

3. Tingkat III (Berat)

>Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti.

>kesadaran menurun dan somnolen sampai koma.

>nadi kecil dan cepat.

>suhu badan meningkat dan tensi menurun.

>Komplikasi fatal pada susunan saraf → ensefalopati Wemicke dengan gejala : nistagtnus dan diplopia.

PENANGANAN

1. Pencegahan, dengan memberikan informasi dan edukasi tentang kehamilan kepada ibu-ibu dengan maksud menghilangkan faktor psikis rasa takut. Juga tentang diet bumil, makan jangan sekaligus banyak, jangan tiba-tiba berdiri waktu bangun pagi. Defekasi hendaknya diusahakan teratur.

2. Terapi obat, menggunakan sedative, vit B1 & B6, anti muntah (Meiamer B6, Drammamin, Avopreg, Avomin, Torecan), antasida & anti mulas.

3. Hiperemesis gravidarum tingkat II dan III harus di rawat inap di Rumah Sakit. Kadang pada beberapa wanita hamil, hanya tidur di Rumah Sakit saja, telah banyak mengurangi mual muntahnya. Isolasi, terapi psikologik, penambahan cairan infus dekstrosa 5% sebanyak 2-3 liter dlm 24 jam.

^^,) Semoga bermanfaat…

Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman. Mencuci tangan dengan sabun sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit. Hal ini dilakukan karena tangan seringkali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (dengan perantara lain seperti handuk, gelas dll).

PBB telah mencanangkan tanggal 15 Oktober sebagai Hari Mencuci Tangan dengan Sabun Sedunia. Indonesia merupakan salah satu Negara yang akan ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Mengapa harus mencuci tangan dengan sabun????? Kenapa ga cukup cuci tangan pakai air aja?? Kan lebih praktis.. Jawabannya adalah karena mencuci tangan dengan sabun terbukti efektif, penggunaan sabun menjadi efektif karena lemak dan kotoran yang menempel akan terlepas saat tangan digosok dan bergesek dalam upaya melepasnya.

Untuk mencuci tangan dengan sabun yang baik dan sehat membutuhkan beberapa peralatan sebagai berikut di bawah ini :
1. Sabun / antiseptik
2. Air bersih (air mengalir)
3. Lap / tisu kering bersih

Basahi sampai bersih dan rata tangan kita dengan air bersih yang mengalir.

Sabuni telapak tangan kita sampai berbusa secukupnya dengan sabun batang / cair yang dapat membunuh kuman.

Kemudian lakukan 7 langkah berikut:

1.      Gosokan/usapkan kedua telapak tangan sampai rata

2.      Usap kedua punggung tangan sampai merata

3.      Usap sela jari-jari tangan

4.      Letakkan punggung jari pada telapak satunya dengan jari saling mengunci, kemudian gosokan

5.      Gosok jempol kanan dengan cara memutar, kemudian lanjutkan dengan jempol kiri

6.      Gosokan ujung kuku pada telapak tangan secara bergantian

7.      Terakhir, menggosok kedua pergelangan tangan dengan cara diputar dengan telapak tangan bergantian setelah itu bilas dengan menggunakan air bersih dan mengalir, lalu keringkan.

 

 

^^,)  jika mematikan keran air sebaiknya memakai handuk bersih atau tisu kering. Tetapi jika ga tersedia, coba mematikan keran dengan siku. Memang agak susah sih, tapi kalau ga percuma donk cuci tangan 7 langkah tadi. Masa tangan yang udah bersih megang keran lagi, yah pastinya kotor lagi donk tangannya yang udah steril tadi…

 

Mencuci tangan terutama pada saat…

 

Gimana????? Mudahkan cuci tangan 7 langkah…

Cuma perlu waktu sekitar 20 detik aja kok..hehe

Selamat mencoba… ^^,)



MANAJEMEN KEBIDANAN IBU HAMIL

Ini merupakan tugas mata kuliah konsep kebidanan. Manajemen kebidanan yang dibuat dengan menggunakan 7 langkah Varney. Mohon koreksinya jika dalam manajemen kebidanan yang saya buat ada kesalahan, karena saya masih perlu banyak belajar. Maklum lah baru semester I..

MANAJEMEN KEBIDANAN IBU HAMIL

1. PENGKAJIAN DATA

IDENTITAS/BIODATA

NAMA IBU  : IBU ANA

UMUR  : 24 TAHUN

SUKU/BANGSA  : DAYAK/INDONESIA

AGAMA  : ISLAM

PENDIDIKAN  : SMA

PEKERJAAN  : SWASTA

ALAMAT RUMAH  : JL. KEJORA,   PALANGKA RAYA

NAMA SUAMI  : Tn. DODI

UMUR  : 30 TAHUN

SUKU/BANGSA  : DAYAK/INDONESIA

AGAMA  : ISLAM

PENDIDIKAN  : SMA

PEKERJAAN  : SWASTA

ALAMAT RUMAH  : JL. KEJORA,   PALANGKA RAYA

ANAMNESA

Pada Tanggal: 16 Desember 2010 Pukul: 18.00 WIB

1. Kunjungan yang ke 1 (satu)

2. Alasan kunjungan/keluhan utama:

Lebih sering buang air kecil, tidur malamnya agak terganggu karena sering terbangun untuk buang air kecil, kedua kakinya terasa bengkak.

3. Riwayat Psikososial

a. Kehamilan ini:  direncanakan dan diterima.

b. Perasaan tentang kehamilan ini : senang dan sangat mengharapkan kehamilan ini.

c. Emosional Ibu saat pengkajian: tenang/stabil

d. Perilaku Kesehatan:  tidak merokok

tidak mengkonsumsi alkohol

tidak mengkonsumsi narkoba

4. Riwayat Obsetri

a. Riwayat Haid

Haid Pertama  : 13 tahun

Siklus  : 28 hari

Lamanya  : 7 hari

Sifat darah  :  cair

b. Riwayat Kehamilan

HPHT  : 13 Mei 2010

TP  : 20 Februari 2011

5. Riwayat KB  : Tidak ada

6. Riwayat Kesehatan  : Ibu dan keluarga tidak pernah menderita penyakit   kronis atau menular.

7. Pola Kebiasaan

a. Pola makan  : Makan 3 X sehari, porsi seimbang.

b. Pola eliminasi  : BAB normal

BAK tdk normal, sering BAK.

c. Personal Hygiene  : Mandi 2X sehari dg sabun mandi, melakukan pembersihan putting payudara saat mandi, sikat gigi 2X sehari, cuci rambut 2X sehari.

d. Aktivitas sehari-hari  : hanya di rumah saja dan melakukan aktivitas ringan.

e.  Pola istirahat dan tidur

Siang kurang lebih 1 jam

Malam kurang lebih 7 jam

f. Seksualitas  : sesuai kebutuhan

PEMERIKSAAN FISIK

1.Tanda Vital

Tekanan Darah  : 100/80 mmHg

Nadi  : 84x/menit

Pernafasan  : 20x/menit

Suhu  : 36,4oC

2. Lingkar Lengan Atas  :

3. Tinggi badan  : 150cm

4. BB sebelum hamil  : 48kg

5. Bbsekarang  : 58kg

6. Kepala dan rambut

Warna rambut  : hitam

Distribusi  : merata dan lebat

Kebersihan  : tdk ada ketombe

Kekuatan  : tdk rontok

Keadaan kulit kepala  : tidak ada bekas luka

7. Telinga

Letak  telinga  : simetris

Kemampuan pendengaran  : baik

Pengeluaran  : tidak ada

8. Hidung

Pengeluaran  : tidak  ada

Kemampuan penciuman  : baik

9. Mulut

Gigi  : baik

Gusi  : tidak bengkak

Keadaan bibir  : lembab

10. Mamae

Benjolan  : tidak ada

Hiperfigmentasi areola : menghitam

Keadaan putting susu  : menonjol

Cairan yang keluar  : colostrum

11. Abdomen

Pembesaran  : sesuai usia kehamilan

Bekas luka  : tidak ada

Linea  : nigra

Leopold I  : TFU 4 jari di atas pusat dan teraba bag.keras

Leopold II  : Teraba punggung dibagian kanan ibu

Leopold III  : Bagianterbawah adalah kepala

Leopold IV  : Kepala belum masuk PAP

DJJ  : normal & teratur 136x/menit

12. Genitalia

Vagina  : Oedema  : tidak ada

Varises  : tidak ada

Pembesaran kelenjar  : tidak ada

Pengeluaran cairan  : ada, berupa lendir yang kadang   gatal tetapi tidak berbau

Kemerahan  : tidak ada

Nyeri  : tidak ada

13. Kaki  : terdapat oedema dan refleks patella baik.

2. INTERPRETASI DATA

Diagnosa Kebidanan: Ny. Ana, umur 24 tahun G1P0A0 usia kandungan 30 minggu janin hidup intra uteri.

Data Dasar

S: – Ibu mengatakan datang ke BPS Wati untuk memeriksakan kandungannya.

- Ibu mengatakan ini kehamilan pertama dan tidak pernah keguguran

- Ibu mengeluh sering buang air kecil sehingga tidur malam terganggu dan ibu mengeluh kedua kakinya terasa bengkak

-HPHT tanggal 13 Mei 2010

O: – K/U ibu baik

- kesadaran compos mentis

-TTV: Tekanan darah 100/80mmHg

Nadi 84x/menit

Respirasi 20x/menit

Suhu 36,40C

- TB: 150cm

-BB sekarang: 58kg

-BB sebelum hamil: 48kg

-Inspeksi

Pada bagian ekstremitas kaki tampak oedema

-Palpasi

L1: TFU 4 jari di atas pusat dan teraba bag.keras

L2: Teraba punggung dibagian kanan ibu

L3: Bagianterbawah adalah kepala

L4: Kepala belum masuk PAP

-Auskultasi : DJJ normal & teratur 136x/menit
-Masalah: Sering kencing sehingga tidur malam terganggu dan kaki terasa bengkak.

-Kebutuhan: Informasi penyebab dan cara mengatasi sering kencing dan kaki bengkak.

3. DIAGNOSA POTENSIAL

Tidak Ada

4. TINDAKAN SEGERA

Tidak Ada

5. INTERVENSI/PERENCANAAN

1.Beritahu ibu hasil pemeriksaan

2.Anjurkan ibu u/ mengkonsumsi makanan bergizi
3.Anjurkan ibu u/ istirahat cukup
4.Anjurkan ibu u/ menjaga personal hygiene
5.Beritahu ibu tanda bahaya kehamilan
6.Anjurkan ibu u/ datang periksa kembali 2 minggu lagi atau bila ada keluhan
6. IMPLEMENTASI/PELAKSANAAN

1.Memberitahukan hasil pemeriksaan bahwa K/U ibu baik, kesadaran compos mentis, TTV dalam batas normal, BB sekarang 58kg, Inspeksi bagian ekstremitas bawah bengkak
2.Menganjurkan ibu mengkonsumsi makan bergizi, dan hendaknya ibu tdk mengkonsumsi minuman yg merangsang BAK, seperti teh, kopi dan minuman bersoda terutama malam hari.
3.Menganjurkan ibu u/ istirahat cukup.
4.Menganjurkan ibu u/ menjaga personal hygiene, ibu hendaknya sering ganti pakaian agar tdk lembab dan menjadi penyebab gatal.
5.Memberitahu ibu tanda bahaya kehamilan.
6.Menganjurkan ibu u/ datang kembali 2 minggu lagi atau bila ada keluhan.
7. EVALUASI

1.Ibu mengerti penjelasan yang diberikan.
2.Ibu bersedia mengkonsumsi makanan bergizidan tdk meminun minuman yg merangsang BAK.
3.Ibu bersedia u/ istirahat cukup.
4.Ibu bersedia u/ menjaga personal hygiene.
5.Ibu mengerti tentang bahaya kehamilan.
6.Ibu bersedia datang kembali 2 minggu lagi atau apabila ada keluhan.

Perawatan jenazah adalah perawatan pasien setelah meninggal, perawatan termasuk menyiapkan jenazah untuk diperlihatkan pada keluarga, transportasi ke kamar jenazah dan melakukan disposisi (penyerahan) barang-barang milik pasien.
Perawatan jenazah dimulai setelah dokter menyatakan kematian pasien, jika pasien meninggal karena kekerasan atau dicurigai akibat kriminalitas, perawatan jenazah dilakukan setelah pemeriksaan medis lengkap melalui otopsi.
Perawatan jenazah penderita penyakit menular dilaksanakan dengan selalu menerapkan kewaspadaan universal tanpa mengakibatkan tradisi budaya dan agama yang dianut keluarganya. Setiap petugas kesehatan terutama perawat harus dapat menasehati keluarga jenazah dan mengambil tindakan yang sesuai agar penanganan jenazah tidak menambah risiko penularan penyakit seperti halnya hepatitis-B, AIDS, kolera dsb.
Tradisi yang berkaitan dengan perlakuan terhadap jenazah tersebut dapat diizinkan dengan memperhatikan hal yang telah disebut di atas, seperti misalnya mencium jenazah sebagai bagian dari upacara penguburan. Perlu diingat bahwa virus HIV hanya dapat hidup dan berkembang dalam tubuh manusia hidup, maka beberapa waktu setelah penderita infeksi-HIV meninggal, virus pun akan mati.

Peralatan dan Perlengkapan

1. Kasa atau perban
2. Sarung tangan
3. Penganjal dagu
4. Pads
5. Kapas
6. Plastik jenazah
7. 3 label indikasi
8. Plester
9. Tas plastik
10. Air dalam baskom
11. Sabun
12. Handuk
13. Selimut mandi
14. Kain kafan
15. Daftar barang
16. Peniti
17. Sisir
18. Baju bersih
19. Celemek
20. Bengkok
21. Tempat pakaian kotor
22. Waslap

Pelaksanaan

1. Memberitahu keluarga bahwa jenazah akan dibersihkan
2. Menyiapkan alat dan mendekatkan ke jenazah
3. Mencuci tangan dan keringkan dengan handuk bersih
4. Memakai celemek dan menggunakan sarung tangan
5. Atur lingkungan sekitar tempat tidur
6. Atur tempat tidur dan dalam posisi datar
7. Tempatkan tubuh dalam posisi supinasi
8. Tutup mata jenazah, menggunakan kapas yang secara perlahan ditutupkan pada kelopak mata dan plester jika mata tidak tertutup
9. Luruskan badan, dengan lengan diletakkan menyilang pada pergelangan tangan dan menyilang abdomen. Pada beberapa RS kadang lengan disisi telapak tangan menghadap kebawah.
10. Ambil gigi palsu jika diperlukan dan tutup mulut. Jika tidak mau tertutup, tempatkan gulungan handuk di bawah dagu agar mulut tertutup. Tempatkan bantal di bawah kepala
11. Lepaskan perhiasan dan barang berharga di hadapan keluarga. Beri label identitas
12. Jaga keamanan barang pasien
13. Bersihkan badan dengan air bersih
14. Rapikan rambut dengan sisir rambut
15. Rawat drainage dan tube yang lain
16. Ganti balutan yang kotor bila ada balutan
17. Pakaikan pakaian yang bersih untuk diperlihatkan pada keluarga. Jika keluarga meminta untuk melihat jenazah, tempatkan pada posisi tidur, supinasi, mata tertutup, lengan menyilang di abdomen.
18. Beri label identifikasi pada jenazah. Label identitas dengan nama, umur dan jenis kelamin, tanggal, nomor RS, nomor kamar, dan nama dokter.
19. Ikatkan kasa/perban atau pengikaat lain di bawah dagu dan sekitar kepala untuk menjaga agar dagu tetap tertutup. Juga ikat pergelangan tangan bersama menyilang di atas abdomen untuk menjaga lengan agar tidak jatuh. Letakkan jenazah pada kain kafan sesuai dengan peraturan RS.
20. Beri label pada bagian luar. Mengisi lengkap formulir jenazah (nama, jenis kelamin, tanggal/jam meninggal, asal ruangan,dll)
21. Pindahkan jenazah ke kamar jenazah. Beberapa RS membarkan jenazah di kamar sampai petugas kamar jenazah mengambilnya.
22. Membereskan dan membersihkan peralatan dan kamar pasien.
23. Melepaskan sarung tangan.
24. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengeringkan dengan handuk bersih.
25. Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perawatan jenazah :
1.    Berikan barang-barang milik pasien kepada keluarga atau bawa barang tersebut ke kamar jenazah. Jika perhiasan atau uang diberikan kepada keluarga, pastikan ada petugas/perawat lain yang menemani. Minta tanda tangan dari anggota keluarga yang sudah dewasa untuk untuk vertifikasi penerimaan barang berharga.
2.    Berikan support emosional kepada keluarga yang ditinggalkan dan teman dan kepada pasien lain yang sekamar.

*mohon koreksi jika ada yang kurang..*

Trims… ^^,)

1.1           Pengertian teori dan konsep

Teori atau Theory adalah penjelasan dari suatu kejadian atau fenomena.proses ini memerlukan pemikiran yang membutuhkan pengetahuan (Dickoff dan James 1992).

Berikut ini beberapa pengertian konsef dan teori menurut Simpson dan Weiner (1989):

1.      Konsep adalah ide yang direncanakan dalam pikiran kemudian dituangkan dalam sebuah karya nyata.

2.      Konsep atau teori adalah gambaran tentang objek dari suatu kejadian atau objek yang digunakan oleh peneliti untuk menggambarkan fenomena sosial untuk menarik perhatiannya.

1.2           Fungsi teori dan konsep

Fungsi teori adalah sebagai jalur logika atau penalaran yang digunakan oleh peneliti untuk menerangkannya.

Fungsi konsep adalah alat untuk mengidentifikasi fenomena yang ada di sekitarnya.

2.1          Konseptual model kebidanan

Konseptual model merupakan gambaran abstrak suatu ide yang merupakan dasar suatu disiplin ilmu dan kemudian diterapkan sesuai bidang masing-masing.

Ada dua jenis model yang dikenal dalam praktik kebidanan yaitu model medikal (medical model) dan model sehat untuk semua (health for all). Keduanya mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam pelayanan kebidanan.

1. Model medikal (medical model)

Sebuah model yang disusun untuk  membantu masyarakat dalam memahami konsep sehat dan sakit. Merupakan fondasi dari praktek-praktek kebidanan yg sudah meresap di masyarakat. Meliputi proses penyakit, pemberian tindakan, dan komplikasi dari penyakit/tindakan.

Ada tiga elemen yang merupakan simpulan dari model medikal, yaitu:

a.       Pengendalian cara hidup yang alami.

b.      Mekanisme kehidupan manusia.

c.       Pemahaman bahwa penyakit merupakan hal yang tidak terpisahkan dari lingkungan fisik dan lingkungan sosial seseorang.

2. Model sehat untuk semua (health for all)

Model Sehat untuk Semua (Health For All) diproklamirkan oleh WHO sejak th 1978 yang berfokus pada wanita, keluarga, dan masyarakat. Deklarasi model kesehatan untuk semua adalah fokus dan titik berat untuk pencapaian tujuan adalah dengan menggunakan Primary Health Carel (PHC).

Di dalam model kesehatan untuk semua terkandung lima konsep PHC, yaitu:

1.      Pelayanan kesehatan bagi masyarakat secara keseluruhan sesuai kebutuhan. Serta mengurangi kesenjangan dalam kesehatan atau pemerataan upaya kesehatan masyarakat.

2.      Pelayanan kesehatan meliputi promotif, prefentif, curative dan rehabilitatif.

3.      Pelayanan kesehatan harus efektif & dapat diterima secara cultural.

4.      Optimalisasi peran serta masyarakat.

5.      Kolaborasi lintas sektoral.

Konsep dasar di atas diaplikasikan dalam 8 elemen PHC sebagai berikut:

1.      Pendidikan kesehatan tentang masalah-masalah kesehatan termasuk metode pencegahan dan penanganannya.

2.      Ketersediaan makanan bergizi.

3.      Ketersediaan air dan lingkungan yang bersih.

4.      Kesehatan ibu dan anak termasuk di dalamnya keluarga berencana (KB).

5.      Program imunisasi.

6.      Pencegahan dan penanganan penyakit endemik.

7.      Penanganan penyakit dan kecacatan.

8.      Penggunaan obat esensial.

2.2 Teori-teori dalam praktik kebidanan

1. TEORI REVA RUBIN

Penekanan rubin dalam teorinya adalah pencapaian peran ibu. Untuk mencapai peran tersebut seorang wanita membutuhkan proses belajar melalui serangkaian aktivitas berupa latihan-latihan dan dalam peran ini diharapkan seorang wanita mampu mengidentifikasi peran sebagai seorang ibu.

Perubahan yang umum terjadi pada waktu hamil

Cenderung tergantung dan membutuhkan peran lebih untuk berperan sebagai calon ibu.

Mempu memperhatikan perkembangan janinnya.

Membutuhkan sosialisasi.

Reaksi yang umum pada kehamilan

Trimester 1 : ambivalent, takut, fantasi, khawatir.

Trimester 2 : perasaan lebih nyaman, kebutuhan mempelajari tumbuh kembang janin, pasif, introvert, egosentris, self centered.

Trimester 3 : perasaan aneh, merasa jelek, sembrono, lebih introvert, merefleksikan terhadap pengalaman waktu kecil.

3 aspek yang diidentifikasi dalam peran ibu

Ideal image : gambaran tentang idaman diri

Self image : gambaran tentang diri

Body image : gambaran tentang perubahan tubuh

4 tahapan psikososial

Anticipatori stage : ibu melakukan latihan peran, dan memerlukan interaksi dengan anak yang lain

Honeymoon stage : ibu mulai memahami peran dasarnya, dan memerlukan bantuan anggota keluarga lain

Plateu stage : ibu mencoba peran sepenuhnya, membutuhkan waktu

Disengagement : tahap penyelesaian dimana latihan peran dihentikan.

Adaptasi psikososial postpartum

Konsep dasar

  • Peride post partum menyebabkan stress emosional terhadap ibu baru, bahkan lebih menyulitkan bila terjadi perubahan fisik yang hebat saat melahirkan
  • Faktor yang mempengaruhi :
    • Respon dan dukungan dari keluarga dan teman
    • Hubungan pengalaman saat melahirkan terhadap harapan
    • Pengalaman melahirkan dan membesarkan anak yang lalu
    • Pengaruh budaya
    • Periode diuraikan rubin dalam 3 fase, taking in, taking hold dan letting go

Periode taking-in

  • Terjadi pada 1-2 hari post partum, umumnya ibu pasif dan ketergantungan, perhatiannya tertuju pada diri sendiri
  • Ia mungkin akan mengulang-ulang pengalamannya waktu melahirkan
  • Kebutuhan akan istirahat sangat penting, pusing, iritabel
  • Peningkatan kebutuhan nutrisi

Periode taking-hold

  • Berlangsung 2-4 hari post partum, ibu menjadi lebih perhatian pada kemampuannya menjadi orang tua
  • Berkonsenterasi terhadap pengontrolan fungsi tubuhnya, seperti BAK, BAB, kekuatan dan ketahanan fisiknya
  • Ibu berusaha keras untuk merawat bayinya sendiri, agak sensitif, cenderung menerima nasihat bidan karena terbuka untuk menerima pengetahuan dan kritikan yang bersifat pribadi

Periode letting go

  • Biasanya terjadi setelah ibu pulang ke rumah dan sangat berpengaruh terhadap waktu dan perhatian yang diberikan keluarga
  • Beradaptasi dengan kebutuhan bayinya, menyebabkan berkurangnya hak ibu dan kebebasan hubungan sosial
  • Depresi post partum umumnya terjadi pada periode ini

Depresi post partum

  • Banyak ibu mengalami perasaan “let-down” setelah melahirkan, sehubungan dengan seriusnya pengalaman melahirkan dan keraguan akan kemampuan untuk mengatasi masalah secara efektif dalam membesarkan anak
  • Umumnya depresi sedang dan dapat diatasi 2 pekan kemudian
  • Jarang menjadi patologis sampai psikosis post partum.

2. TEORI RAMONA MERCER

  • Fokus teorinya lebih menekankan pada stress antepartum dalam pencapaian peran ibu
  • Memperhatikan wanita pada waktu persalinan
  • Mengidentifikasi pada hari awal post partum
  • Menunjukan bahwa wanita lebih mendekatkan diri pada bayi daripada melakukan tugasnya sebagai seorang ibu

Pokok pembahasan dalam teori Ramona Mercer

a. Efek stress antepartum

Antepartum stress adalah komplikasi dari resiko kehamilan dan pengalaman negatif dalam kehidupan. Tujuannya memberikan dukungan selama hamil untuk mengurangi lemahnya lingkungan serta dukungan sosial dan kurangnya percaya diri.

Faktor yang mempunyai hubungan dengan status kesehatan

  • Hubungan interpersonal
  • Peran keluarga
  • Stress antepartum
  • Dukungan sosial
  • Rasa percaya diri
  • Penguasaan rasa takut, keraguan dan depresi

Maternal role (peran ibu)

  • Menjadi seorang ibu berarti memperoleh identitas baru yang membutuhkan pemikiran dan penguraian yang lengkap tentang diri sendiri (Mercer, 1986)
  • 1-2 juta ibu di Amerika yang gagal memerankan peran ini, terbukti dengan tingginya jumlah anak yang mendapat perlakuan yang kejam

b. Pencapaian peran ibu

  • Peran ibu dicapai dalam kurun wkatu tertentu dimana ibu menajdi dekat dengan bayinya, yang membutuhkan pendekatan yang kompeten termasuk peran dalam mengekspresikan kepuasan dan penghargaan peran
  • Peran aktif wanita sebagai ibu dan pasangannya berinteraksi satu dengan yang lain

4 langkah dalam pelaksanaan peran ibu

  • Anticipatory

Suatu masa sebelum wanita menjadi ibu, dimana wanita memulai penyesuaian sosial dan psikologis terhadap peran barunya nanti dengan mempelajari apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ibu

  • Formal

Tahap ini dimulai dengan peran ibu sesungguhnya, bimbingan peran secara formal dan sesuai dengan apa yang diharapkan sistem sosial

  • Informal

Tahap ini dimulai saat wanita telah mampu menemukan jalan yang unik dalam melaksanakan peran ibu yang tidak disampaikan oleh sosial sistem

  • Personal

Merupakan tahap akhir pencapaian peran, dimana wanita telah mahir melaksanakan perannya sebagai seorang ibu. Ia telah mampu menentukan caranya sendiri dalam melaksanakan peran barunya

Faktor yang mempengaruhi wanita dalam pencapaian peran

Faktor ibu

  • Usia ibu saat bersalin
  • Persepsi ibu pada waktu persalinan pertama kali
  • Memisahkan ibu dan anak secepatnya
  • Stress sosial

Faktor bayi

  • Temperamen
  • Kesehatan bayi

Faktor lain

  • Latar belakang etnik
  • Status perkawinan
  • Status ekonomi

Pengaruh bayi (infant’s personality) pada waktu ibu melaksanakan peran sebagai ibu

  • Emotional support

Perasaan mencintai, penuh perhatian, percaya dan mengerti

  • Informational support

Membantu individu untuk menolong dirinya sendiri dengan memberikan informasi yang berguna dan berhubungan dengan masalah atau situasi

  • Physical support

Pertolongan yang langsung, seperti membantu merawat bayi, memberikan dukungan dana

  • Appraisal support

Informasi yang menjelaskan tentang peran pelaksanaan, bagaimana ia menampilkannya dalam peran, hal ini memungkinkan individu mampu mengevalusi dirinya sendiri yang berhubungan dengan penampilan peran orang lain.

4 faktor dalam masa adaptasi

Physical recovery phase (mulai lahir sampai 1 bulan)

Achievement phase (2-4/5 bulan)

Disruption phase (6-8 bulan)

Reorganisation phase (8-12 bulan)

Peran bidan yang diharapkan Mercer dalam teorinya

Adalah membantu wanita dalam melaksanakan tugasnya dalam adaptasi peran fungsi ibu

Mengidentifikasi faktor apa yang mempengaruhi peran ibu dalam pencapaian peran fungsi ini dan kontribusi dari stress antepartum

3. TEORI ERNESTINE WIEDENBACH

Wiedenbach mengemukakan teorinya secara induktif  berdasarkan pengalaman dan observasinya dalam praktek.

Konsep asuhan, terdiri dari :

The agent (midwife/bidan)

Untuk memenuhi kebutuhan ibu dan ayah dalam persiapan menjadi orang tua

The recipient (wanita, keluarga, masyarakat)

Wanita/masyarakat yang oleh sebab tertentu tidak mampu memenuhi kebutuhannya. Wiedenbach sendiri berpandangan bahwa recipient adalah individu yang berkompeten dan mampu menentukan kebutuhannya sendiri

The goal (purpose/tujuan dari intervensi)

Disadari bahwa kebutuhan masing-masing individu  perlu diketahui sebelum menentukan goal. Bila sudah diketahui kebutuhan ini, maka dapat diperkirakan goal yang akan dicapai dengan mempertimbangkan tingkah laku fisik, emosional atau fisiological yang berbeda dari kebutuhan normal.

The means (metode untuk mencapai tujuan)

Untuk mencapai tujuan dari asuhan kebidanan ada beberapa tahap, yaitu :

Ø  Identifikasi kebutuhan klien

Ø  Memberikan dukungan dalam pelayanan yang dibutuhkan

Ø  Validation/bantuan yang diberikan

Ø  Koordinasi dengan tenaga yang direncanakan untuk memberikan bantuan

Ø  The framework (organisasi sosial, lingkungan profesional)

Untuk mengidentifikasi kebutuhan diperlukan pengetahuan, judgement/pengambilan keputusan, dan keterampilan.

4. TEORI ELA JOY LEHRMAN

Teori ini menginginkan agar bidan dapat melihat semua aspek praktek kebidanan dalam memberikan asuhan pada wanita hamil dan memberikan pertolongan pada persalinan, teori ini juga menjelaskan perbedaan antara pengalaman seorang wanita dengan kemampuan bidan untuk mengaplikasikan konsep kebidanan dalam praktek

8 konsep penting dalam pelayanan kebidanan

Asuhan yang berkesinambungan

Keluarga sebagai pusat asuhan

Pendidikan dan konseling merupakan bagian dari asuhan

Tidak ada intervensi dalam asuhan

Keterlibatan dalam asuhan

Advokasi dari klien

Waktu

Asuhan partisipatif

Asuhan partisipatif

Bidan dapat melibatkan klien dalam pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Pasien/klien ikut bertanggung jawab atau ambil bagian dalam pelayanan antenatal

Dalam pemeriksaan fisik, misalnya klien ikut melakukan palpasi pada tempat tertentu atau ikut mendengarkan detak jantung.

Kedelapan komponen yang dibuat oleh Lehrman ini, kemudian diujicobakan oleh Morten (1991) pada klien post partum. Selanjutnya Morten menambahkan 3 komponen

Konsep Morten

Teknik komunikasi terapeutik

Proses komunikasi sangat penting dalam perkembangan dan penyembuhan. Misalnya, mendengarkan aktif, mengkaji, klarifikasi, humor, sikap yang tidak menuduh, pengakuan, fasilitasi, pemberian izin.

Pemberdayaan (empowerment)

Suatu proses memberi kekuasaan dan kekuatan. Bidan dalam penampilan dan pendekatannya akan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengoreksi, memvalidasi, menilai dan memberi dukungan.

Hubungan sesama (lateral relationship)

Menjalin hubungan yang baik terhadap klien, bersikap terbuka, sejalan dengan klien, sehingga antara bidan dan kliennya tampak akrab. Misalnya : sikap empati atau berbagi pengalaman.

5. TEORI JEAN BALL

Teori kursi goyang

Keseimbangan emosional ibu, baik fisik maupun psikologis

Psikologis dalam hal ini agar tujuan akhir memenuhi kebutuhan menjadi orang tua terpenuhi

Kehamilan, persalinan dan masa post partum adalah masa untuk mengadopsi yang baru

Dalam teori kursi goyang, kursi dibentuk dalam 3 elemen

Pelayanan kebidanan

Pandangan masyarakat terhadap keluarga

Support terhadap kepribadian wanita

Teori Ball yaitu

Teori perubahan,

Teori stress, coping, dan support

Teori dasar

Hipotesa Ball

Respon emosional wanita terhadap perubahan yang terjadi bersamaan dengan kelahiran anak, dipengaruhi oleh personality/kepribadian

Persiapan yang harus diantisipasi oleh bidan dalam masa post natal akan dipengaruhi oleh respon emosional wanita dalam perubahan yang dialaminya pada proses kelahiran anak

Kesimpulan hipotesa Ball

Wanita yang boleh dikatakan sejahtera setelah melahirkan sangat bergantung kepada kepribadiannya, sistem dukungan pribadi, dan dukungan yang dipersiapkan pelayanan kebidanan.

*Dari berbagai sumber*

Sabtu, 19 Februari 2011.

Cuaca di kota cantik Palangka Raya sangat bersahabat. Sejak pagi sang surya dengan setianya menyinari seluruh lapisan kota dan juga daerah-daerah sekitar kota cantik itu.

Sementara itu nampak bus kampus terparkir di halaman depan kampus ku tercinta POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA dan juga terlihat beberapa mahasiswa sibuk mengangkut barang-barang ke dalam garasi bus. Pagi itu BEM POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA akan berangkat mengadakan bakti sosial berupa penyuluhan kesehatan di SDN 01 dan SDN 02 Tuwung, di desa Tuwung, kecamatan Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Penyuluhan kesehatan ini tentang 7 langkah cara cuci tangan, penyuluhan kesehatan gigi dan palpasi gondok.

7 langkah cuci tangan

Pukul 07.00 WIB rombongan berangkat ke desa Tuwung. Rombongan berjumlah sekitar 30 orang, yang terdiri dari Pengurus BEM, Mahasiswa perwakilan dari setiap jurusan dan kelas, serta 2 orang Dosen pembimbing. Rombongan berangkat dengan menggunakan bus kampus dan satu mobil. Rombongan tiba di desa Tuwung sekitar pukul 07.30. Perjalanan memang tidak memakan waktu lama, karena jarak antara Palangka Raya dan desa Tuwung tidaklah jauh.

Sesampainya di Tuwung, rombongan langsung melakukan persiapan untuk acara pembukaan. Setelah selesai acara pembukaan, rombongan yang sudah dibagi menjadi beberapa kelompok langsung melakukan penyuluhan bagi anak-anak SDN 01 dan SDN 02 Tuwung. Penyuluhan dibagi menjadi 2 season, season pertama penyampaian materi dan palpasi gondok di dalam ruangan dan season kedua praktek cuci tangan 7 langkah dan gosok gigi di halaman sekolah. Terlihat sekali antusias dari anak-anak tersebut dan juga guru-guru yang yang di sekolah itu. Terlebih lagi ketika dilemparkan pertanyaan tentang apa yang disampaikan dalam materi penyuluhan, anak-anak tersebut sangat antusias menjawabnya, karena bagi yang menjawab dengan benar diberikan hadiah.

Kegembiraan semakin nampak tersirat di wajah polos mereka  ketika kami memberikan bingkisan yang berupa makanan dan alat tulis kepada masing-masing mereka. Bingkisan yang kami berikan memang sederhana, tetapi itu sangat berarti dan itu pasti sangat mengesankan bagi mereka.

This slideshow requires JavaScript.

Bakti sosial ini merupakan salah satu program kerja BEM POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA tahun 2010/2011. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap masyarakat sekitar kita khususnya kepedulian di bidang kesehatan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berjalan…

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.